From A City Boy to Real Human in Bali

Pengakuan Dosa, Berbagi Hukum Tentang Hidup


  • SINGAPORE : My Wake Up Call

    Sepertinya wake up call itu memang perlu dan akan membutuhkan pengorbanan. Biaya, waktu dan yang terutama, niat. Dan bagaimana ketiga komponen tersebut bisa terwujud adalah dengan mengandalkan insting kita. Sesuatu yang terbentuk dari pengalaman dan kejadian di masa lalu tanpa harus terikat dengan waktu. Seperti insting seekor anjing yang akan menghampiri, mengendus dan mengangkat kakinya… Continue reading

  • Tidak ada istilah Atur Ulang selama kita tidak mampu mengulangnya.

    Hari ini aku memulai hari dengan mengulang – ulang hal penting yang harus aku pikirkan, utamakan, lakukan, dan selesaikan. Tidak banyak, karena sudah aku sederhanakan menjadi hal penting dan ringkas dan selalu harus aku bawa – bawa dalam pikiran. Tidak berarti semuanya aku lakukan dalam hari yang sama, tapi setidaknya aku harus selalu memikirkannya sehingga… Continue reading

  • Apa yang akan terjadi esok?

    Coba ingat apa yang terjadi tadi pagi ketika bangun dari tidur. Hari ini aku mencoba melakukan sesuatu dengan sadar. Sejauh ini berhasil dengan baik. Aku tidak lagi merasa baku hantam dengan badan yang kaku , maupun perabotan sekitar. Aku merasa lebih pelan dalam bergerak, tapi lebih hati – hati dalam bertindak sehingga tidak lagi sering… Continue reading

  • Menikmati Hidup dengan cara Terhubung terhadap diri sendiri.

    Masih adakah yang ingat seperti apakah menjadi orang yang terhubung dengan diri sendiri? Aku mencoba membayangkan sebuah skenario di kepala, tentang bagaimana melihat diri sendiri ini menjalani kehidupan seperti apa yang aku mimpikan. Apakah kita selalu bermimpi tentang hal yang sama? Apakah kita sebenarnya melihat gambar di majalah yang sama kemudian berpikir, hey aku ingin… Continue reading

  • Jadilah untuk Bisa Diandalkan

    Sekitar tahun 2003 aku pernah terlibat dengan sebuah pameran, dimana semua pelaku maupun penyelenggara melakukan ini sebagai bentuk apresiasi seni. Mereka dan aku termasuk adalah relawan. Kita semua berasal dari generasi yang berbeda – beda, latar belakang berbeda dan kepentingan berbeda. Menjadikan karakter kita pun sangat beragam. Tugas dan tanggung jawab kita disesuaikan dengan kebutuhan… Continue reading

  • Kain dan Habel adalah Perang Batinmu

    Kemarin aku terkesima membaca tulisan buku Jordan B Peterson, 12 Aturan Hidup, bab 7 : Mengejar Hal yang Bermakna. Ada bagian yang menggambarkan tentang pengorbanan. “Sometimes when things are not going well, it’s not the world that’s the cause. The cause instead that which is currently most valued, subjectively and personally. Why? Because the world… Continue reading

  • Bikin Aturan Untuk Diri Sendiri sebelum Mengkritik Dunia

    Dosa terbesarku mungkin berada pada perasaan nyaman menunda. Duniaku jadi terasa baik – baik saja, segala sesuatu yang tidak terjadi dimaklumi, dan segala yang tidak terjadi semata – mata karena aku menundanya. Dan aku selalu menunda karena perhatianku selalu tertuju pada hal diluar diri sendiri. Terkesan mulia karena selalu memikirkan hal selain diri sendiri. Tapi… Continue reading

  • Lebih Baik Memulai Dari Rasa Teratur

    Sekalipun aku sudah menulis tentang hidup yang semuanya sudah terbentang awal hingga akhir. Tidak ada kata belum dan sudah, kecuali karena kita harus merasakan apa yang sedang terjadi bersamaan dengan keterikatan kita terhadap kesadaran akan waktu. Tetap saja, kita harus tetap kompromi dengan keadaan yang terkadang membuat kita tidak ingin melakukan sesuatu yang sudah kita… Continue reading

  • Kesadaran adalah Waktu yang Bergerak

    Kehidupan yang kita jalani ibarat pita yang memiliki kedua ujung. Awal dan akhir. Kemudian kita diberi kesadaran akan adanya dimensi waktu. Kesadaran akan waktu inilah yang membatasi kita untuk kembali ke masa lampau maupun mengetahui masa depan. Namun satu hal yang aku pikirkan dan rasakan dan membuat aku merasa harus menuliskannya disini. Boleh jadi ini… Continue reading

  • DIRI

    Pernah dan sering terpikirkah diri ini dengan perkara apakah kita sudah menjadi diri yang kita inginkan. Apalagi dengan sekarang yang begitu banyak suara digital tentang “menjadi diri sendiri” dari luar. Apakah menjadi diri sendiri itu harus datang dari luar? Aku lalu berusaha adil terhadap diri sendiri dengan memberikan jawaban ini murni dari diri sendiri. Jawabannya… Continue reading

About Me

Saat blog ini mulai dibuat, saya baru saja memasuki usia 44 tahun. Saya seorang pria penghibur melalui jalur musik. Saya duda, tidak memiliki anak, tinggal bersama 3 ekor anjing. Saya mulai mengalami penurunan fisik, mulai dari mata, pinggang sampai ke nafas. Saya punya banyak penyesalan, dan tidak punya banyak teman maupun uang. Tapi saya punya banyak cita cita, dan blog ini salah satunya.